Industri telekomunikasi jaringan CDMA di Indonesia mengalami penurunan karena saat ini tak lagi didukung oleh para produsen handphone sementara jaringan CDMA di Indonesia keberadaannya terbatas. Dan inilah puncaknya industri tersebut sudah berada di ujung tanduk. Diberitakan pihak Indosat akan segera menghapus layanan CDMA-nya yakni StarOne.
PT. Indosat Tbk mengungkapkan akan segera menutup layanan StarOne yang telah beroperasi kurang lebih satu dekade. Langkah yang di ambil oleh indosat ini telah dikonfirmasi oleh presdir sekaligus CEO Indosat Alexander Rusli yang sempat mengatakan bahwa keputusan Indosat kali ini tak hanya berdasarkan inisiatif Indosat saja melainkan juga atas rekomendasi yang dilayangkan oleh pihak pemerintah. Langkah indosat yang telah didahului oleh pihak Telkom ini sebelumnya memang dapat dianggap sebagai "Peringatan Kematian" bisnis CDMA di Indonesia. Karena pada dasarnya bisnis CDMA di Indonesia tidak satupun yang meraih keuntungan tetapi sebaliknya sering menimbulkan kerugian di tiap-tiap kuartalnya.
Pada awalnya CDMA dipasarkan sebagai layanan mobile alternatif yang lebih murah dari pada GSM. Namun lama kelamaan semakin sulit untuk bersaing dengan perkembangan layanan dari GSM itu sendiri.Karena GSM telah mengalami pengembangan Teknologi yang melampaui kelas 3G ketika layanan 3G GSM berevolusi menjadi LTE.
Perkembangan Teknologi memang akan selalu berputar dari waktu ke waktu, bukan hal yang tak mungkin jika saat ini CDMA tengah berada di bawah untuk pasarannya dan pengguna CDMA juga lumayan sedikit sehingga pihak Indosat memiliih jalan keluar untuk masalah tersebut dengan cara memigrasi pelanggannya yang jumlahnya sedikit itu ke dalam jaringan GSM yang notabene baik Indosat dan Telkom sama-sama memiliki usaha jaringan GSM yang solid.frekuensi yang ditinggalkan oleh StarOne nantinya akan dimanfaatkan sendiri oleh Indosat sebagai frekuensi tambahan pada jaringan 3G 900MHz atau lebih dikenal dengan sebutan teknologi U900.
Penutupan layanan Indosat StarOne maupun Telkom Flexi kini sepenuhnya berada ditangan pemerintah sebagai pemegang regulasi. Keduanya juga sama-sama mengonfirmasikan bahwa penghentian layanan CDMA masih menunggu pengesahan dari pemerintah.
PT. Indosat Tbk mengungkapkan akan segera menutup layanan StarOne yang telah beroperasi kurang lebih satu dekade. Langkah yang di ambil oleh indosat ini telah dikonfirmasi oleh presdir sekaligus CEO Indosat Alexander Rusli yang sempat mengatakan bahwa keputusan Indosat kali ini tak hanya berdasarkan inisiatif Indosat saja melainkan juga atas rekomendasi yang dilayangkan oleh pihak pemerintah. Langkah indosat yang telah didahului oleh pihak Telkom ini sebelumnya memang dapat dianggap sebagai "Peringatan Kematian" bisnis CDMA di Indonesia. Karena pada dasarnya bisnis CDMA di Indonesia tidak satupun yang meraih keuntungan tetapi sebaliknya sering menimbulkan kerugian di tiap-tiap kuartalnya.
Pada awalnya CDMA dipasarkan sebagai layanan mobile alternatif yang lebih murah dari pada GSM. Namun lama kelamaan semakin sulit untuk bersaing dengan perkembangan layanan dari GSM itu sendiri.Karena GSM telah mengalami pengembangan Teknologi yang melampaui kelas 3G ketika layanan 3G GSM berevolusi menjadi LTE.
Perkembangan Teknologi memang akan selalu berputar dari waktu ke waktu, bukan hal yang tak mungkin jika saat ini CDMA tengah berada di bawah untuk pasarannya dan pengguna CDMA juga lumayan sedikit sehingga pihak Indosat memiliih jalan keluar untuk masalah tersebut dengan cara memigrasi pelanggannya yang jumlahnya sedikit itu ke dalam jaringan GSM yang notabene baik Indosat dan Telkom sama-sama memiliki usaha jaringan GSM yang solid.frekuensi yang ditinggalkan oleh StarOne nantinya akan dimanfaatkan sendiri oleh Indosat sebagai frekuensi tambahan pada jaringan 3G 900MHz atau lebih dikenal dengan sebutan teknologi U900.
Penutupan layanan Indosat StarOne maupun Telkom Flexi kini sepenuhnya berada ditangan pemerintah sebagai pemegang regulasi. Keduanya juga sama-sama mengonfirmasikan bahwa penghentian layanan CDMA masih menunggu pengesahan dari pemerintah.

0 komentar:
Posting Komentar