Aplikasi iOS Lebih Laku daripada Android?


TeknoGrow - Sebuah studi App Annie yang dikutip oleh Wired mengungkapkan bahwa App Store memiliki pendapatan bulanan 300 persen lebih besar dibandingkan pendapatan yang diperoleh Google Play. Padahal, jumlah pengguna Android sudah jauh melebihi angka pemakai iOS, dengan penguasaan pasar 75 persen menurut data kuartal ketiga dari IDC.

Tampilan Google Play


Menurut para developer aplikasi, pendapatan market iOS jauh lebih besar dari market Andorid dipengaruhi kontrol kualitas super ketat yang diterapkan Apple terhadap aplikasi-aplikasi yang beredar di App Store. Berkat mekanisme pengawasan Apple, konsumen bisa mendapatkan aplikasi yang terjaga kualitasnya dan karena itu dengan senang hati membelanjakan uang.

"App Store memiliki proporsi jumlah aplikasi berkualitas yang lebih tinggi sebagai hasil dari proses approval yang ketat itu, itu berarti developer bisa meminta bayaran lebih untuk aplikasi mereka." - Zak Tanjeloff (DLP Mobile).

Tanjeloff yang mengembangkan beberapa macam aplikasi—mulai dari penerjemah bahasa hingga transportasi publik—mengatakan bahwa aplikasi buatan dia biasanya lebih banyak terjual di iOS ketimbang Google Play.

"Saya percaya bahwa hal itu disebabkan oleh toko App Store yang aman dan dipercaya konsumen. Terlebih lagi para pengguna memang sudah familiar dengan metode pembayaran App Store dari memakai iTunes selama bertahun-tahun," - Tanjeloff.

Standar kualitas Apple yang tinggi juga disebut Tanjeloff berhasil meyakinkan konsumen bahwa aplikasi yang dijual di App Store memang aman dan tidak disusupi program mata-mata atau malware. Sebaliknya, di toko aplikasi Android tak ada jaminan kualitas atau keamanan. Lalu ada banyak penipuan dan aplikasi-aplikasi yang memang kualitasnya tidak bagus.


Mekanisme freemium kurang baik di Apple Store
Para developer berpendapat bahwa mekanisme yang diterapkan Apple di App Store kurang cocok untuk beberapa jenis aplikasi, salah satunya freemium yang bisa diperoleh gratis tetapi memiliki konten tambahan berbayar.

Joe Burger adalah pengembang aplikasi manajemen karyawan Labor Sync. Versi trial dari aplikasi freemium ini bisa dipakai secara gratis, tetapi pengguna harus membayar untuk bisa menggunakan fungsi penuhnya. Pada Android, hal tersebut sama sekali bukan masalah, tetapi Apple rupanya keberatan dengan model yang diterapkan Burger.

"Kami ditolak karena mencantumkan alamat situs web kami di dalam aplikasi, di mana kami menjalankan mode trial gratis aplikasi itu. Kami juga ingin membuat mekanisme pembayaran kami sendiri dengan harga yang dinamis, tetapi Apple rupanya tidak setuju." - Joe Burger.

Agar aplikasinya bisa masuk App Store, Burger diharuskan menghapus hal-hal yang berkaitan dengan situs web-nya dari dalam aplikasi. Dia juga wajib menerapkan metode pembelian konten dalam Aplikasi dari Apple sehingga terpaksa menambahkan sejumlah kode programming lagi.

"Dengan Android, penjualan kami lebih komplit. Pengguna membeli aplikasi kami, mencoba versi trial, lalu sign-up dan membayar biaya langganan. Itu tak terjadi di App Strore," - Joe Burger.

Prosedur Update di App Store Memakan Waktu Lama
Hal lain yang menjadi momok developer yang menjual aplikasi di App Store adalah prosedur update yang memakan waktu lama. Monica Martino dan Greg Smith dari Privus Mobile mengatakan bahwa menerapkan update untuk aplikasi Android lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan update pada aplikasi iOS.

"Pada iOS, diperlukan waktu tiga bulan untuk mengerjakan update. Kemudian butuh waktu satu bulan lagi agar update tersebut bisa diperiksa oleh Apple, itu pun kalau tidak ditolak kemudian. Saat update tersebut akhirnya bisa keluar di App Store, jangka waktu yang sama bisa dipakai untuk meng-update sebuah aplikasi Android sebanyak tiga kali." - Martino.

Ketatnya kontrol kualitas aplikasi yang diterapkan Apple bisa jadi mendorong pengembang aplikasi macam Martino dan Smith untuk berpindah ke Google Play. Bulan Oktober 2012, pendapatan toko aplikasi Android ini naik 17,9 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara pendapatan aplikasi iOS turun 0,7 persen dalam kurun waktu yang sama.

Google Play memang masih jauh di belakang App Store soal besarnya pendapatan yang dihasilkan aplikasi-aplikasi di dalamnya. Namun, apabila Apple tak melonggarkan kebijakan kontrol kualitas di App Store, bukan tak mungkin toko aplikasi Android saingannya itu bisa mengejar ketertinggalan.

Aplikasi iOS Lebih Laku daripada Android? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Arief Ramadhan

0 komentar:

Posting Komentar